Selasa, 25 Mei 2010

Sejarah singkat Desa Karang pucung

Desa karang pucung awalnya ( Pertama ) dibuka pada tahun 1964,oleh tokoh Pemuda Ansor ( NU ) pada waktu itu,yaitu: Atmawikarta, Mustofa,Rusmaja,Usman.selama 1 tahun mereka berempat menebang hutan. Kemudian pada Tahun 1965 datang rombongan ke II ( dua ) yaitu :Sunardi, Kasmiad,Kasmuid, Daim, Rasmihaja, Dasmud, Tasum, Rasno, mereka diketuai oleh Bpk.Atmawikarta.

Setelah dikonsep dibentuk Desa mereka sembilan orang kemudian bermufakat untuk menyusun konsep desa sbb:
Nama Desa            : Karang pucung
Nama didaerah       : Karang pucung
Nama lain               : Susukan pucung,Ciweysulan, Kalipucung
Arti Nama              : Teguh dan kokoh dalam pendirian,sekokoh batu karang dalam menegakan kebenaran,memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Tinggi dalam citc-cita memajukan desa seperti tingginya pohon picung/ pucung yang tumbuh dihutan.

Sejarah nama         :  Diambil dari sebuah nama pohon / buah picung ( Pucung ) yang banyak tumbuh dihutan, terutama ditepi sungai Waysulan pada masa tebang buka kampung th.1964, dan disesuaikan dengan asal penduduk yaitu dari Karang pucung-Cilacap- Jawa tengah.
Asal bahasa            : Sunda.,

Dasar Pembentukan Desa : 1. Izin Departemen kehutanan th.1965
                                            2. Pemekaran susukan ( Kampung ) Pucung menjadi desa Karang pucung dari desa Induk yaitu Desa
                                                 Neglasari th.1968.
Awal pembentukan Pemerintah desa Karang pucung dipimpin Langsung secara aklamasi oleh warga desa Karang pucung menunjuk Bapak ATMAWIKARTA sebagai Kepala Rombongan/ Kepala Perintis desa Karang pucung untuk menjabat sebagai Kepala Desa Karang pucung yang pertama dari tahun 1968 s/d tahun 1987.
Saat itu desa karang pucung terdiri dari :1.Dusun Karang pucung, 2.Dusun Srimulyo, 3.Dusun Sumber jaya, 4.Dusun Banjarsari, 5.Dusun Sukamaju, 6.Dusun Pamulihan, 7.Dusun Purwodadi.

pada Tahun 1970 membangun masjid Jami Miftahul-janah,  Pada tahun 1972 bersama dng Bpk Mustofa dan Hi Sunardi dan Bapak Hamid mendidrikan Madrasah Nurul Hidayah yang waktu itu bernama Sekolah Dasar Islam.
Kerja Keras tak pernah surut dan kemudian pada tahun 1974 mendirikan Pasar ARTOSARI desa Karang pucung, jadi pasar desa karang pucung itu namanya pasar ARTOSARI desa Karang pucung.


   Lapangan desa Karang pucung.

Konsep penyusunan tata letak desa seluruhnya dikonsep dan digambar oleh Atmawikarta, sehingga membentuk tata letak desa yang tertata seperti sekarang ini : mereka menebang hutan untuk area pendidikan, menebang hutan untuk area pasar, menebang hutan untuk area perkantoran desa, menebang hutan untuk area Lapangan,Masjid dan balai desa, menebang hutan utuk merintis membentuk jalan-jalan. Bisa dibayangkan seperti apa kerja keras Mereka, kerja keras untuk mendirikan suatu otonomi baru sebuah desa,


 Pemdes Karang pucung Di Hotel Indonesia dimasa Bapak Abdul Rohim sebagai Juara desa Terbaik Nasional.

Jalan dari arah sidomulyo-Sinar Palembang-Pamulihan- Karang pucung tembus ke Talang jawa diberi nama jalan : Batin Putra, siapa batin putra itu, batin putra adalah tokoh masyarakat Kalianda/ pejabat Pemerintah kewedanaan Kalianda/ Pegawai kehutanan yang mendukung perintisan desa Karang pucung. dan Jalan dari arah sukamaju-Banjarsari- Karang pucung- Sumberjaya diberi nama Jalan Atmawikarta, karena bapak ATMAWIKARTA lah yang mempersatukan semua elemen masyarakat dari beberapa kelompok tebangan/dudun untuk bersatu membentuk desa yaitu desa Karang pucung.

Pemerintah Desa Karang pucung saat ini sudah seharusnya menghargai karya besar perintis desa Karang pucung/ Kepala Desa Karang pucung yang pertama Bapak Atmawikarta.



Mari jadikan Desa Karang pucung Desa yang BERKARISMA, sesuai dengan perjuangan awal dibentuknya desa Karang pucung.

1 komentar:

  1. kalau bisa profil desa-nya dibuat lebih detil dan lengkap,untuk bisa dijadikan reperensi data...makasaih

    BalasHapus